Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Membayar Hutang Puasa Ramadhan Di Bulan Syawal, Cara Puasa Syawal Dan Keutamaannya

JOKKAJO.COM「Assalamualaikum」- Puasa Ramadhan adalah sebuah kewajiban bagi Umat Islam yang harus ditunaikan pada bulan Ramadhan selama 1 bulan penuh dengan tujuan menjadikan manusia bertaqwa kepada Allah SWT.

Walaupun demikian, ada beberapa golongan orang yang tidak diwajibkan berpuasa karena terdapat udzur padanya, Seperti orang yang menginjak usia lansia dengan kondisi fisik yang tidak kuat menunaikan ibadah puasa, orang yang sedang sakit, wanita hamil dan menyusui, serta wanita yang sedang haid atau menstruasi. Sehingga wanita yang sedang haid tidak boleh berpuasa.

Dengan begitu, wanita yang meninggalkan ibadah puasa Ramadan karena haid harus mengganti atau membayar hutang puasa Ramadan di kemudian hari. Mengganti puasa Ramadan ini dapat dilakukan setelah Hari Raya Idulfitri atau saat memasuki bulan Syawal. Namun tentu muncul pertanyaan, apakah mengganti hutang puasa di bulan Syawal dihitung sekaligus sebagai puasa sunah Syawal atau tidak.

Dalam hal ini, mengganti puasa Ramadan di bulan Syawal tidak dapat dilakukan sekaligus puasa sunah Syawal. Terdapat hukum tersendiri dalam pelaksanaan puasa sunah Syawal dengan puasa qadha untuk mengganti puasa Ramadan. Dengan begitu, Anda perlu memahami hukum dari cara membayar hutang puasa Ramadan di bulan Syawal dengan baik.

Dilansir dari NU Online, berikut jokkajo.com merangkum uraian mengenai hukum cara membayar hhutang puasa Ramadan di bulan syawal  yang perlu Anda ketahui.

photo

Cara Membayar Hutang Puasa Ramadan di Bulan Syawal

Bagi umat Muslim, menunaikan ibadah puasa  di bulan Syawal merupakan salah satu anjuran sunah yang baik untuk dilakukan. Menunaikan ibadah puasa selama enam hari di bulan Syawal dipercaya dapat memberikan pahala sebanyak pahala puasa selama satu tahun penuh. Tentu ini menjadi kesempatan baik bagi umat muslim untuk menyempurnakan ibadah dan meningkatkan iman lebih baik.

Namun perlu diketahui bahwa bagi orang yang memiliki hutang puasa Ramadan sebaiknya membayar hutang tersebut terlebih dahulu. Artinya, bagi orang yang masih memiliki tanggungan puasa wajib Ramadan, perlu menunaikannya terlebih dahulu hingga terpenuhi.

Dengan begitu, dapat dipahami bahwa cara membayar hutang puasa Ramadan di bulan Syawal dikerjakan lebih dahulu, baru bisa dilanjutkan dengan ibadah sunah lainnya, termasuk puasa syawal.

Jika seseorang tidak melanjutkan pembayaran hutang puasa wajib, namun melakukan puasa sunah Syawal, dinilai tetap mengamalkan sunah puasa syawal. Meskipun dikatakan bahwa amalan tersebut tidak memberikan ganjaran seperti yang disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW.

Niat Puasa Qadha Ramadan

Puasa qadha Ramadhan merupakan puasa yang hukumnya wajib untuk membayar hutang puasa Ramadhan yang tidak dapat dilaksanakan sebelum melaksanakan puasa Ramadhan berikutnya. Pelaksanaan puasa qadha juga harus memenuhi kententuan-ketentuan, agar puasa qadha diterima sebagai puasa pengganti yang sah. 

Cara membayar hutang puasa Ramadan di bulan Syawal sama seperti pelaksanaan puasa pada umumnya, yaitu diawali dengan membaca atau melafalkan niat terlebih dahulu. Niat puasa ganti Ramadan diketahui, perlu dilakukan di malam hari sebelum berpuasa, menurut mahzab Syafi’i.

Anjuran melakukan niat puasa untuk mengganti puasa Ramadan di malam hari ini berdasar pada Hadist Rasulullah SAW. “Siapa yang tidak memalamkan niat sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.’ Karenanya, tidak ada jalan lain kecuali berniat puasa setiap hari berdasar pada redaksi zahir hadits.”

Dengan begitu, bagi wanita yang ingin mengganti puasa Ramadan karena haid atau masa nifas, juga umat Muslim lainnya yang tidak bisa berpuasa sebulan penuh pada tahun lalu, perlu melakukan niat pada malam hari sebelum berpuasa. Berikut bacaan niat puasa untuk mengganti puasa Ramadan yang perlu diketahui:

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”

Apakah Harus Dilakukan Secara Berurutan?

Cara membayar hutang puasa Ramadan di bulan Syawal terdapat beberapa aturan yang perlu diperhatikan. Salah satunya, sering dipertanyakan apakah mengganti puasa Ramadan harus dilakukan secara berurutan. Secara umum telah dijelaskan pada QS. Al Baqarah ayat 184, bahwa qadha puasa Ramadan wajib dilaksanakan sebanyak hari yang ditinggalkan.

Sementara aturan mengenai wajib tidaknya qadha puasa yang dilakukan secara berurutan, terdapat dua pendapat yang berbeda. Pertama, sebagian ulama menyatakan bahwa hari puasa yang ditinggalkan secara berurutan, maka wajib diganti secara berurutan pula. Sedangkan pendapat kedua, menyatakan bahwa qadha puasa tidak harus dilakukan secara berurutan, karena tidak terdapat satu dalil yang menyatakan secara pasti tentang hal tersebut.

Jika berdasarkan QS Al Baqarah ayat 184, dipahami bahwa qadha puasa harus diganti sesuai jumlah hari yang ditinggalkan saja, dan tidak ada penjelasan lain selain itu. Namun terdapat penjelasan Rasulullah yang bisa menjadi pedoman, yaitu sebagai berikut.

"Qadha' (puasa) Ramadhan itu, jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya terpisah. Dan jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya berurutan. " (HR. Daruquthni, dari Ibnu 'Umar).

Bagaimana Jika Jumlah Hari yang Ditinggalkan Tidak Diketahui?

Setelah mengetahui cara membayar hutang puasa Ramadan di bulan Syawal, ada aturan lain yang perlu diperhatikan, yaitu ketika jumlah hari puasa yang ditinggalkan tidak diketahui. Dalam kondisi ini, disarankan untuk menentukan hari yang paling maksimal.

Kelebihan qadha puasa yang dilakukan dinilai lebih baik daripada kurang. Kelebihan qadha puasa ini bisa menjadi ibadah sunnah tersendiri yang bisa menambah amalan pahala. Ini bisa menjadi solusi terbaik ketika Anda lupa atau tidak mengetahui jumlah puasa yang ditinggalkan pada tahun sebelumnya.

Cara Menunaikan Puasa Syawal

Setelah mengetahui cara membayar hutang puas Ramadan di bulan Syawal, berikutnya Anda bisa melanjutkan amalan sunah puasa Syawal untuk mendapatkan keutamaan dan rahmat kebaikan. Puasa syawal dapat dilakukan pada bulan Syawal, yaitu umumnya selama 6 hari berturut-turut.

Puasa syawal ini bisa mulai dikerjakan setelah Hari Raya Idul Fitri, yaitu tanggal 2 – 7 Syawal. Namun bagi orang yang melaksanakan puasa Syawal tidak berurutan tetap mendapat keutamaan puasa Syawal seperti berpuasa satu tahun penuh.

Pasa syawal adalah puasa sunnah, maka pelafalan niatnya pun bisa dilakukan pada siang hari sejauh Anda belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Untuk lebih memantapkan hati, Anda dianjurkan untuk melafalkan niat, berikut niat dan tata cara puasa syawal:

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.


Niat Puasa Syawal di Pagi Hari

Bagi Anda yang mendadak ingin menjalankan ibadah puasa syawal di pagi hari, tentu diperbolehkan. Sebab, kewajiban niat di malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib. Berikut bacaan niat puasa syawal di pagi hari:

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, "Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT."

Tata cara puasa syawal 

  • Cara menunaikan puasa syawal dimulai dari membaca niat dalam hati dan dengan sengaja terlebih dahulu.
  • Melakukan kegiatan sahur yaitu mengonsumsi makanan sebelum waktu imsak.
  • Puasa syawal dapat dilakukan 6 hari berturut-turut atau berselang, yang penting masih dilakukan di bulan Syawal.
  • Berbuka puasa ketika waktu maghrib.

Keutamaan Puasa Syawal Yang Harus Diketahui

Mendekatkan Diri kepada Allah

Salah satu keutamaan puasa Syawal adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT. Setiap Muslim yang mengerjakan puasa Syawal selama enam hari, maka mendapat tempat mulia di sisi Allah. Selain itu, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dibandingkan dengan minyak kasturi. Keutamaan ibadah puasa sunnah tersebut sebagaimana yang ditegaskan dalam salah satu hadis Qudsi berikut:

"Setiap amal manusia adalah untuk dirinya kecuali puasa, ia (puasa) adalah untuk-Ku dan Aku memberi ganjaran dengan (amalan puasa itu)." Kemudian, Rasulullah melanjutkan, "Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah dibandingkan wangi minyak kasturi." (HR. Muslim).

Memperoleh Pahala yang Berlipat

Tak hanya sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, keutamaan puasa Syawal juga akan memperoleh pahala yang berlipat ganda. Seseorang yang mengerjakan ibadah sunnah ini selama enam hari setelah hari raya maka pahala yang diterima akan berlipat ganda. Sebagaimana yang tercantum dalam sebuah hadits berikut ini:

"Barang siapa berpuasa enam hari setelah hari raya Idulfitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. (Barang siapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal)." (HR. Ibnu Majah).

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Puasa Syawal juga memiliki manfaat bagi kesehatan, salah satunya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini dikarenakan saat seseorang menahan rasa lapar selama puasa, maka akan memicu sel-sel induk dalam tubuh memproduksi sel darah putih baru yang dapat menghindarkan dari infeksi.

Menurut sebuah penelitian dari University Southern California, puasa dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena penciptaan sel darah putih baru tersebut dapat meregenerasi seluruh sistem kekebalan tubuh. Sehingga hal ini berperan penting dalam melindungi tubuh dari berbagai ancaman virus dan bakteri.

Mendapatkan Pahala Seperti Puasa Setahun

Keutamaan puasa Syawal selanjutnya, yaitu mendapatkan pahala yang berlipat ganda seperti menjalankan puasa selama setahun. Puasa Syawal hanya dikerjakan selama enam hari, akan tetapi Allah SWT akan memberi ganjaran atau pahala seperti seseorang yang puasa selama 12 bulan.

Keutamaan tersebut seperti yang tercantum dalam sebuah hadits berikut ini, Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa yang telah melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan berpuasa selama enam hari pada bulan Syawal, maka dia (mendapatkan pahala) sebagaimana orang yang berpuasa selama satu tahun." (HR. Muslim)

Menjaga Kesehatan Pencernaan

Selain dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, puasa juga memiliki manfaat untuk mencegah penyakit yang disebabkan karena gangguan pencernaan. Pasalnya, setelah melaksanakan hari raya Idulfitri biasanya umat muslim dapat kembali makan tiga kali dalam sehari. Sehingga hal ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan.

Oleh karena itu, puasa pada bulan syawal dapat sebagai kontrol untuk menekan porsi makan. Sehingga hal ini dapat mengendalikan transisi setelah mengonsumsi makanan dengan jumlah besar dan mencegah terjadinya gangguan pencernaan.

Terima kasih sudah membaca di JokkaJo.Com, semoga tulisan diatas dapat bermanfaat.

Wassalamualaikum.

Sumber : Merdeka.com, NU.or.id

#___________________________________#
Baca artikel Dakwah Islam di Dr. Sosmed
Informasi Lowongan Kerja di Relduit
News Update di Justicer
Blog Support Jokka Jo Dibalik Layar
Media Partner Sharing Jokka Jo Wkwk Share

Ikuti media sosial saya 
Instagram @Jokkajo_ | Facebook Jokka Jo / Jokkajo Update | Pinterest Jokkajo_ 
Jokka Jo
Jokka Jo [Saya penulis pemula dari Sulawesi-Indonesia yang bermimpi dapat menebar manfaat lewat tulisan]- [Tetap sehat dan jangan gila]•• [Berbagilah untuk hidup, hiduplah untuk berbagi]••

Posting Komentar untuk "Membayar Hutang Puasa Ramadhan Di Bulan Syawal, Cara Puasa Syawal Dan Keutamaannya"