Gabung Grup WHATSAPP Bahasa Jepang Gabung

Perang Rusia-Ukraina Menguak Munafik Negara Adidaya Dan Negara Zionis

kemunafikan negara adidaya amerika serikat dan negara zionis israel dalam menanggapi perang rusia dan ukraina

perang, Foto by Pixabay.com
「Assalamualaikum」- Halo jo, sebuah isu hangat yang menjadi pembicaraan di seantero dunia yakni perang Rusia dan Ukraina, sebuah perang yang timbul akibat konflik berkepanjangan antara negara pecahan uni soviet tersebut. Berbagai dugaan atas sebab yang muncul dari perang tersebut, sebelumnya saya selaku penulis jokkajo.com perlu meluruskan terkait hal utama kenapa perang bisa terjadi.

Perang adalah sebuah langkah akhir untuk menyelesaikan sebuah permasalahan, sebelum terjadi perang tentunya telah dilakukan berbagai macam perundingan untuk mendamaikan kedua belah pihak yang bertikai, namun karena tidak adanya sepakat untuk berdamai maka harus diselesaikan dengan perang dan mengerahkan kekuatan militer dari pihak yang bertikai.

Pertikaian dua negara tersebut mulai bergejolak sejak tahun 2014 yang isunya berawal dari ketidakinginan Ukraina terus berada dalam lingkar kekuasaan Rusia. Hingga presiden Ukraina Victor Yanukovych  yang pro-Rusia pun di lengserkan pada waktu itu. Saya lansir dari Wikipedia bahwa invasi Rusia terhadap Ukraina menjadi pemicu utama, dalam tulisan di Wikipedia menyebutkan bahwa terdapat kelompok separatis anti pemerintah Ukraina yang mendapat dukungan penuh dari Rusia di daerah Krimea. Kemudian beberapa sumber menyebutkan bahwa Rusia mulai terus melancarkan serangan dilatar belakangi campur tangan Amerika Serikat melalui NATO pada konflik Rusia-Ukraina, diketahui bersama bahwa Amerika Serikat adalah musuh bebuyutan Rusia sejak Perang Dingin. Secara singkat seperti itu, tulisan saya kali ini tidak terlalu membahas kondisi pra perang Rusia dan Ukraina.

Perhatikan judul tulisan ini yakni “Perang Rusia Ukraina Menguak Munafik Negara Adidaya dan Zionis”, siapakah mereka? Negara adidaya saat ini ialah Amerika Serikat (United State), sedangkan negara Zionis tidak lain adalah Israel itu sendiri.

Yang mendorong saya membuat tulisan ini ialah sebuah rekaman video di salah satu Channel Youtube Cordova Media (Link Video), dimana Joe Biden seorang Presiden Amerika Serikat memberikan sebuah pernyataan yang sepertinya lupa dengan tindakan Negaranya sendiri.

Berikut kutipan pidato Biden “Demi Tuhan siapa yang memberikan hak kepada Putin (Presiden Rusia) untuk mendeklarasikan apa yang disebut sebagai negara baru di wilayah  milik tetangganya? Ini adalah pelanggaran hukum Internasional secara nyata dan membutuhkan respon tegas dari masyarakat Internasional” sebuah pernyataan bodoh menurut saya, Amerika serikat seakan-akan melupakan perbuatannya di negara-negara Timu Tengah. Datang dan menimbulkan konflik saudara disana, berbagai diskusi ilmiah yang menyebutkan keberadaan Amerika Serikat di Timur Tengah adalah untuk penguasaan Energi yang terkandung di wilayah tersebut.

Jangan jauh bercerita, pilu dan luka Palestina masih basah dan terngiang sulit hilang karena kekejaman Zionis Israel yang di dukung penuh oleh Amerika untuk melakukan invasi ke wilayah Palestina meski mendapat kecaman dari berbagai pihak. Bahkan di zaman Donald Trump Amerika memberikan pengakuan terhadap Ibukota Israel yang di pindahkan ke Yerusalem secara hukum adalah Wilayah Palestina.

Lalu bagaimana dengan Syiria? Afghanistan? Yaman? Libya? Iraq? Yang juga campur tangan Amerika Serikat dengan dalih Persatuan Bangsa-Bangsa  (United Nation) untuk memberikan kedamaian di sana. Justru keberadaan Amerika memicu perang saudara dan jutaan jiwa gugur dan ratusan ribu bangunan hancur di negara-negara tersebut. Apakah Amerika belum sadar juga dengan tindakannya selama ini? Mungkin Amerika dan pemegang kekuasaannya belum mengetahui peribahasa “Gajah diseberang lautan terlihat, Nyamuk di pelupuk mata tak kelihatan”.

Seakan-akan meludah kelangit malah jatuh diwajah sendiri, ya seperti itulah kondisi Amerika karena ucapan presidennya atas perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.

Dilanjut Negara Zionis yang secara jelas dan gamblang menzolimi Palestina bertahun-tahun juga ikut bersuara lewat Menteri Luar Negeri  Yair Lapid “Serangan Rusia terhadap Ukraina adalah pelanggaran serius dalam Hukum Internasional, Israel mengecam serangan tersebut” seperti tak paham rasa malu atau mungkin malu nya hilang dari jati diri Negara Israel? Mereka mengecam tindakan Rusia yang membombardir Ukraina beberapa hari terakhir ini, lalu lupa dengan serangan dan tindakan kejamnya terhadap negara tetangganya Palestina. Merampas hak dan mendeklarasikan kekuasaan diatas tanah sebuah negara merdeka.

Sebuah video rekaman dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang mencurahkan isi hatinya atas apa yang dialami negaranya “ Hari ini saya bertanya kepada 27 pemimpin Eropa apakah Ukraina akan masuk NATO, saya telah bertanya langsung.. Semua orang takut, tidak ada yang menjawab. Tapi kami tidak takut, kami tidak takut pada apapun. Kami tidak takut membela negara, kami tidak takut Rusia, kami tidak takut berbicara dengan Rusia, kami tidak takut berbicara tentang apapun, tentang jaminan keamanan untuk negara kami, kami tidak takut berbicara tentang netralitas, kami bukan anggota NATO saat ini. Tapi jaminan apa yang kami dapatkan? Dan yang paling penting adalah negara mana yang akan memberikan kami jaminan itu?...”

Ukraina merasa ditinggalkan sendirian menanggung dampak yang timbul akibat campur tangan Amerika lewat NATO, yang kini diam diri menjadi penonton di saat Ukraina sedang diterkam beruang merah Rusia. Presiden Biden pun memberikan pernyataan tidak akan mengerahkan pasukannya untuk memberikan jaminan keamanan bagi negara yang bukan Anggota NATO. Dengan alasan tersebut Amerika menyembunyikan ketakutannya berhadapan dengan Rusia yang di atas kertas memiliki persenjataan lebih unggul.

Ukraina benar-benar sendirian menghadapi Rusia, ditambah lagi 12 ribu pasukan Republik Chechnya yang telah bergerak menuju wilayah konflik untuk membantu Rusia, menunggu komando dari Rusia untuk menggempur Ukraina. Presiden Chechnya mendesak Presiden Ukraina untuk segera meminta maaf ke Rusia sebelum terlambat.

Lewat perang ini Ukraina harusnya sadar siapa yang ada saat benar-benar dibutuhkan, siapa kawan yang benar-benar rela mati membela kawannya yang sedang dalam kesusahan.

Akhirnya, Saya pribadi tetap berharap agar perang Rusia Ukraina menemui titik temu untuk berdamai dan menyelesaikan konflik lewat diskusi. Perang hanyalah akan menyisakan kerusakan, ketika dua pihak berkonflik makan yang menang jadi Arah kalah jadi Abu, tidak ada yang lebih baik dari keduanya.

Terima kasih sudah membac di JokkaJo.Com, semoga bermanfaat menambah wawasan.

Wasssalamualaikum.

 

Baca ini :
[Saya penulis pemula dari Sulawesi-Indonesia yang bermimpi dapat menebar manfaat lewat tulisan]- [Tetap sehat dan jangan gila]•• [Berbagilah untuk hidup, hiduplah untuk berbagi]••